![]() |
| ilustrasi : dok.pribadi |
Pertanyaan yang sedang muncul di benak banyak orang ini dicoba dijawab oleh Ikatan Alumni Departemen Matematika UI. Empat orang alumni, yakni Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel M. Rustijono, memakai perhitungan model SIRU.
Model SIRU ini menghitung kapan puncak penambahan kasus positif virus corona di Indonesia, lantas perkiraan waktu berakhirnya pandemi ini di Indonesia. Permodelan ini memakai tiga skenario yang diposting di akun Instagram yang sudah disukai lebih dari 50 ribu orang berikut:
Berikut ini prediksi berdasarkan skenario tersebut:
Skenario 1 - Intervensi Ringan:
Kondisi: Per 1 April 2020 tidak ada kebijakan signifikan dan tegas untuk mengurangi interaksi antarmanusia.
Puncak pandemi: 4 Juni dengan 11.318 kasus baru pada tanggal itu dan total kasus positif mencapai ratusan ribu.
Akhir pandemi: akhir Agustus hingga awal September
Skenario 2 - Intervensi Sedang:
Kondisi: Per 1 April 2020 ada kebijakan mengurangi interaksi antar manusia namun kurang tegas dan kurang staretgis, lalu masyarakatnya tidak disiplin dalam physical distancing.
Puncak pandemi: 2 Mei dengan 1.490 kasus baru pada tanggal itu dan total kasus positif sekitar 60.000
Akhir pandemi: akhir Juni hingga awal Juli
Skenario 3: - Intervensi Tinggi/Ketat:
Kondisi: Per 1 April 2020 ada kebijakan yang tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia dan masyarakat disiplin menjalankan physical distancing.
Puncak pandemi: 16 April (sekitar dua minggu dari sekarang) dengan 546 kasus baru pada tanggal itu dan total kasus sekitar 17.000.
Akhir pandemi: akhir Mei hingga awal Juni.
Para alumni Matematika UI yang membuat permodelan ini dalam kesimpulan perhitungannya mengharapkan ada kebijakan yang tegas dari pemerintah. "Dibantu dengan masyarakat yang disiplin," tulis mereka.
Bagaimana pendapatmu tentang prediksi ini?
source: linetoday

Komentar
Posting Komentar