Media Sosial Dalam Bingkai Hitam Putih Kehidupan








Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.  Blog, wiki, dan jejaring sosial merupakan bentuk media sosial yang paling umum di gunakan oleh orang di seluruh dunia (Wikipedia).


Di Indonesia sendiri, pengguna media sosial menduduki peringkat ke-4 dunia setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India.  Ini tergolong cukup tinggi terutama dikalangan remaja. Hampir bisa dipastikan remaja dari pusat kota sampai sudut-sudut kampung mengunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp,  Blog dan masih banyak lagi. Plus minus penggunaan media sosial menjadi topik yang hangat diperbincangkan saat ini.  Bahaya mengintai para remaja jika digunakan secara tak terkendali dalam hal-hal yang sifatnya negatif.  Secara psikologis, media sosial mampu mempengaruhi orang lain maka dari itu, kita harus memasuki dunianya dan memahami jiwanya. 


Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi melaju semakin pesat tak terkendali.  Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, kita harus bisa mengikuti perkembangannya.  Tetapi ingat, harus ada kontrol dalam penggunaannya.



Media sosial tidak hanya merambah semua jenjang usia secara personal, tetapi juga hampir di semua perusahaan baik dalam dan luar negeri memiliki akun media sosial.  Tidak sedikit di antara mereka yang rela merogoh kantong membayar seseorang untuk mengelola akun media sosialnya.  Kenapa? Karena akun media sosial dianggap sebagai cara yang jitu  untuk menuai banyak simpati.  Konten dalam akun media sosial adalah gambaran karakter, nilai seseorang ataupun  perusahaan.  Jadi sebaiknya kita cukup berhati-hati dalam menggunakannya.







Nah, bicara soal kepentingan perusahaan, banyak loh yang membutuhkan tenaga pengelola akun media sosial.  Sudah banyak perusahaan yang secara signifikan meningkat omset penjualannya dengan memanfaatkan iklan media sosial.  Lalu kenapa kita tidak mencoba membranding diri kita dengan konten-konten yang positif di semua akun media sosial yang kita punya?.  Dengan cara seperti itu, perusahaan bakal melirik kita dalam menggunakan jasa sebagai content creator misalnya.






Jadi, baik buruknya media sosial itu tergantung  peruntukannya.  Sebab tidak sedikit orang yang menggunakan media sosial untuk merusuh dan menyebar berita yang tidak benar.  Akibatnya terjadi perpecahan antar keluarga, suku, agama, dan sebagainya.  Intinya adalah media sosial akan bernilai positif jika digunakan dalam hal-hal yang positif. Begitu juga sebaliknya, akan bernilai negatif jika digunakan dalam hal-hal yang bersifat negatif.  Seperti kata orang, bahwa hitam putihnya kehidupan itu tergantung siapa yang melakoninya.



Komentar