Jangan Keliru, Ternyata Ini Fakta dan Jam yang Tepat untuk Berjemur

Ilustrasi


Mayoritas masyarakat di seluruh dunia kini tengah melakukan instruksi untuk beraktivitas di dalam rumah untuk sementara waktu guna memperlambat penyebaran virus korona baru COVID-19. Guna menjaga agar badan tetap fit beraktivitas di rumah, masyarakat juga menyempatkan waktu untuk berjemur di bawah matahari setiap harinya.

Tetapi, kini tengah ramai diperdebatkan jam berapakah waktu yang tepat untuk berjemur, maka banyak warganet yang mencari informasi tersebut hingga menjadi trending di mesin pencari Google. Selain itu, banyak masyarakat yang mempercayai bahwa dengan berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh virus COVID-19.

Pertama yang harus diluruskan adalah bahwa dengan berjemur tidak membunuh virus korona baru COVID-19. Pemahaman bahwa dengan berjemur dapat "menggoreng" dan membunuh virus COVID-19 yang ada dalam tubuh atau yang menempel adalah keliru. Tetapi, berjemur memang ada manfaatnya bagi tubuh kita yang kini lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Info selengkapnya klik di sini.

Mayoritas orang melaksanakan waktu berjemur sesaat mereka bangun di pagi hari, yakni pada pukul 7 hingga 9 pagi. Biasanya, mereka juga melakukannya sambil berolahraga atau sekedar berjalan pagi menghirup udara segar.

Tetapi, ternyata berjemur di pagi hari merupakan waktu yang kurang tepat. Menurut badan Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), jam yang tepat untuk berjemur adalah pukul 10 hingga 3 sore. Pada jam tersebut, dengan berjemur dapat menghasilkan vitamin D3 di kulit yang dapat bertahan dua kali lebih lama dalam darah dibandingkan dengan mengkonsumsi dari makanan atau suplemen vitamin D.

Vitamin D3 sangat penting bagi kesehatan tulang. Kita membutuhkan vitamin D untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat dari makanan kita, penting bagi kesehatan tulang, gigi, dan otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang kelemahan pada tulang, yang dapat mengakibatkan kelainan bentuk tulang.

Belum diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjemur di bawah sinar matahari agar membuat vitamin D yang cukup bagi kebutuhan tubuh. Karena warna kulit juga berpengaruh pada seberapa lama kita perlu berjemur, semakin gelap warna kulit manusia diperlukan waktu yang lebih lama. Perlu dicatat bahwa berada di dalam rumah tidak membuat tubuh kita mendapatkan vitamin D karena sinar ultraviolet B yang dibutuhkan untuk menghasilkan vitamin D pada kulit terhalang oleh kaca.

Pada umumnya, hanya dibutuhkan 10 hingga 30 menit untuk berjemur di bawah sinar matahari. Pada waktu berjemur, dianjurkan juga untuk mengenakan sun block minimal dengan SPF15, terutama bagi kulit yang sensitif, untuk menghindari kulit terbakar, heat stroke, dan kanker kulit. Tidak berada di bawah sinar matahari langsung, misalnya berada di bawah pohon atau tempat teduh lainnya, bisa membantu mencegah penyakit kulit selagi tetap mendapatkan vitamin D.

Selain berjemur, kita juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan, termasuk ikan berminyak seperti salmon, mackerel, herring dan sarden, serta daging dan telur merah. Berbeda dengan mengkonsumsi suplemen, tidak ada risiko bagi tubuh untuk terlalu banyak mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari, hanya perlu diingat untuk mengenakan sun block atau berada di tempat yang teduh.



source : linetoday







Komentar