Kenapa Orang Mudah Percaya Informasi Hoaks di WhatsApp? :v



Kenapa Orang Mudah Percaya Informasi Hoaks di WhatsApp?

Berdasarkan penelitian, hoaks bisa menyebar karena adanya kelebihan informasi yang diterima oleh para pengguna media sosial. Lebih lanjut, informasi yang didapat kemudian diterima mentah-mentah seakan-akan informasi tersebut telah diuji kebenarannya. Sebagian besar orang-orang yang percaya dengan artikel hoaks adalah orang-orang yang malas membaca.

Setidaknya ada dua faktor yang bisa membuat orang-orang begitu mudah percaya pada informasi hoaks yang tersebar di WhatsApp. Yang pertama karena orang-orang lebih gampang percaya hoaks jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki. Misalnya sejak awal, seseorang memang sudah tidak setuju terhadap kelompok tertentu, produk, atau kebijakan tertentu.


Kemudian, ketika ada informasi yang dapat mengafirmasi opini dan sikapnya tersebut, maka orang-orang akan mudah percaya. Yang kedua justru dalam situasi sebaliknya, di mana seseorang yang terlalu suka dan fanatik terhadap kelompok, produk, dan kebijakan tertentu, jika menerima informasi yang sesuai dengan apa yang ia percayai, maka keinginan untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu menjadi berkurang.

Secara natural, perasaan positif akan timbul di dalam diri seseorang ketika ada yang mengafirmasi apa yang dipercayai. Perasaan terafirmasi tersebut juga menjadi pemicu seseorang dengan mudahnya meneruskan informasi hoaks ke pihak lain. Maka dari itu, penyebaran informasi hoaks kerap kali tak terbendung di grup-grup WhatsApp.



Selain karena adanya perasaan terafirmasi, penyebaran hoaks, juga dipengaruhi oleh anonimitas pesan hoaks itu sendiri. Kadang sering ada kalimat penegas di akhir artikel hasil copy paste tersebut seperti “betul atau tidaknya hanya Tuhan yang tahu” atau “hanya share saja dari grup sebelah” yang seakan-akan menjustifikasi dirinya seandainya artikel yang mereka sebar adalah artikel hoax.


Anonimitas inilah yang akhirnya menimbulkan pemikiran bahwa “jika informasinya salah, maka itu bukan tanggung jawab saya karena saya sekadar share saja”. Hal-hal semacam inilah yang masih sering terjadi sampai hari ini.


Selain itu, mudahnya orang percaya dengan informasi-informasi hoaks di WhatsApp adalah karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya rasa ingin tahu terhadap suatu informasi atau berita.

Yang terakhir tentu masih banyaknya yang malas membaca, membaca, dan membaca. Padahal, di era sekarang, informasi valid akan lebih mudah dicari lewat internet terutama dari media-media terpercaya, asalkan rajin membaca.

Nah lho...
Makanya...





Komentar