Ajaran Hidup yang Bisa Kita Ambil Hikmahnya



Dalam kehidupan manusia
Selalu ada banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Ada pelajaran yang bisa langsung terlihat dan dirasakan. Ada juga yang tersembunyi dan harus ditelaah lebih dalam untuk dapat mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Keduanya sama-sama memberikan pelajaran tentang kehidupan agar kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik.

Semua pelajaran hidup ini bisa dialami langsung atau juga bisa melalui pengalaman orang lain. Tidak jadi masalah, karena keduanya tetap sama-sama menjadikan pengalaman sebagai guru yang terbaik. Baik itu pengalaman pribadi maupun pengalaman hidup orang lain.

Banyak yang bilang hidup itu singkat. Betul, karena hidup manusia di zaman sekarang memang cenderung berkisar antara 60-70 tahun. Jika ada yang bisa melewati angka 70 tahun, itu adalah “bonus”, yang justru harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menghadapi “kehidupan” berikutnya.

Makna dari hidup itu singkat tak lain agar kita tidak menyia-nyiakan masa hidup di dunia. Jauhi hal-hal yang buruk atau yang bisa memberi keburukan bagi hidup kita. Hindari makanan yang kurang bermanfaat bagi tubuh. Karena hidup itu singkat, jadi jangan pernah melakukan hal-hal yang justru membuat hidup menjadi lebih singkat.

Hidup itu singkat maka jangan hiasi dengan amarah, kebencian, stress, depresi, dan putus asa. Lebih baik kita mengisi hidup dengan penuh cinta dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Dengan demikian kita bisa menjalani hidup yang singkat ini dengan penuh kebahagiaan.

Hidup itu seperti sebuah kepingan koin. Ada kepala, ada ekor. Ada baik dan ada yang buruk. Ada hal yang positif dan ada hal negatif. Keduanya selalu menghiasi kehidupan setiap manusia. Tidak pernah hanya satu sisi saja.

Artinya, kita tidak mungkin selamanya menjadi orang baik, juga tidak akan selamanya menjadi orang jahat. Selalu ada sisi baik pada diri mereka yang jahat. Begitu pula, pasti ada sisi buruk dalam setiap orang baik.

Kini tergantung dari orang tersebut, ingin menonjolkan sisi yang mana. Apakah ingin tampil sebagai orang baik atau orang jahat. Pilihan itu akan memberi konsekuensi kehidupan yang berbeda.

Kalaupun kita memilih untuk menonjolkan sisi positif, tetap waspada terhadap sisi negatif dari diri kita. Karena suatu waktu ada kemungkinan akan muncul tanpa kita sadari. Karena itulah kita harus bisa mengenal dengan baik diri kita sendiri. Dalam kondisi seperti apa sisi negatif ini akan muncul, kita sudah harus bisa mengantisipasinya.

Karena jika sisi negatif muncul tanpa kita sadari, maka yang ada hanyalah penyesalan. Jangan biarkan emosi mengatur kehidupan kita. Tidak ada kehidupan yang bahagia dan menyenangkan jika selalu mengedepankan emosi.
Jadi, jangan biarkan sisi negatif dari kita mengontrol kehidupan. Kita berhak mendapat kehidupan yang lebih baik berkat kemampuan mengontrol emosi.

Ada yang bilang juga jika hidup itu rangkaian pilihan. Seperti memanjat sebuah pohon besar yang memiliki banyak cabang. Setiap cabang akan memberi hasil yang berbeda. Sebuah cabang yang besar pada akhirnya akan berakhir pada ujung ranting kecil.

Hal yang membedakan adalah, apa yang didapat sebelum Anda mencapai ujung ranting tersebut. Apakah hanya dahan dengan dedaunan saja, atau sebuah ranting yang berisi buah yang matang?

Begitulah dengan hidup. Apapun jalan hidup yang kita pilih, akan memberi hasil yang berbeda-beda. Meski ujungnya tetap sama, akhir dari kehidupan itu sendiri. Intinya, berhati-hati ketika akan memutuskan sesuatu dalam hidup kita. Karena kita tidak akan pernah tahu dengan pasti apa yang akan dihadapi ketika melalui jalan tersebut.

Karena, hidup adalah sebuah perjuangan. Akan ada banyak rintangan yang bakal dilalui selama menjalani hidup. Sejak mulai menginjak bangku sekolah, ada berbagai ujian yang harus diselesaikan dengan nilai baik jika ingin lulus. Setelah bekerja pun tetap tak pernah lepas dari rintangan dan ujian. Untuk bisa diterima bekerja saja kita harus melalui serangkaian tes untuk membuktikan kapasitas kita memang sesuai yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

Saat mulai bekerja pun kita akan berhadapan dengan kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak pernah dibayangkan. Ada rekan kerja yang memang mengasyikan, tapi ada juga rekan kerja yang tak lebih dari sekadar bermuka dua. Memuji di depan, tapi menusuk di belakang.

Satu-satunya faktor yang bisa membuat kita tetap maju ke depan tak lain adalah dari diri kita sendiri. Apakah kita akan menyerah dengan kondisi yang dihadapi, atau mencari cara untuk tetap survive dan menghadapi semua rintangan tersebut dengan senyum terkembang.

Tapi ingat, perjuangan keras yang kita lakukan untuk tetap survive akan membuat hidup kita lebih kuat dan berhak “naik kelas”. Semakin keras ujian yang dihadapi, maka semakin tinggi “kelas” kehidupan kita. Hidup kita akan lebih bernilai setelah melewati semua rintangan dan ujian tersebut.

...




Komentar