Belajar dari Embun Pagi


Setetes air yang bisa membuat tumbuhan hidup, sosoknya yang dingin dan berbaik hati, tidak mengenal tempat dimana ia singgah. Ketika musim hujan tiada, dia tahu bahwa membantu yang lain adalah hal yang sungguh mulia, sehingga dia menggantikan musim hujan dengan tetesannya untuk tumbuhan. Dingin adalah bentuknya, begitupun dengan tujuannya.

Sesungguhnya, Tuhan menciptakan mahluk itu sangat banyak seperti halnya embun pagi, kita tahu dia adalah air yang tidak pernah diketahui kapan dan darimana dia datang. namun tiba-tiba dia ada, ada untuk dunia. Pagi-pagi dia hadir untuk tumbuhan, singgah di dedaunan tapi dia tidak memilih di daun mana dia singgah. Dinginnya embun pagi, dia pun tidak pernah mengenal apa itu memilih.



Tentu saja ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita. Sungguh.. kembali lagi saya katakan, segala hal mengandung banyak sekali pelajaran yang bermakna. Tidak pernah berubah, begitupun dengan dinginnya, dia tidak pernah panas, tentu embun pagi ada di saat pagi, dan tidak mungkin namanya embun pagi adanya saat siang hari. sungguh tidak masuk akal. wkwkwkwwkwkwkkk....

Belajar Tak Memilih dari Embun Pagi

Marilah kita ikuti embun pagi, dia tidak pernah memilih, dia senantiasa singgah di daun mana saja, daun apa saja, di tempat mana saja, dan tidak pernah memilih, daun mana yang akan ia berikan cairan untuk membuat tumbuhan itu tetap dalam keadaan berdiri. Jika setetes air embun tidak pernah memilih, lantas, kenapa manusia yang merupakan mahluk Tuhan yang paling sempurna di ciptakan suka memilih? Sungguh.. ini hal buruk. Ketika kita memilih, malulah kepada embun, malulah kepada bentuk dinginnya. Ayolah, belajar dari embun pagi yang tidak tahu apa itu yang namanya memilih. Yaaa...meskipun dia hanya mahluk ciptaan tuhan yang tidak di berikan otak untuk berpikir, tapi dibalik semua itu dia memiliki sifat yang sangat sempurna, tidak pernah memilih.



Bangun pagi tanpa lelah

hampir semua orang malas ketika bangun pagi ya kan...? wkwkwkwkkk....
termasuk saya, bahkan saya bangun paling pagi pukul 7 ( jam 10 lanjut tidur lagi sampai Maghrib ) dan seharusnya ini tidak terjadi. namun apalah, mungkin ini karena sifat saya yang pemalas, jadi yaa...begitulah kira-kira. Saya sendiri mempelajari embun pagi. ketika matahari segera terbit, mungkin dia sudah bangun duluan, sehingga dari situ kita bisa belajar. kebaikan di pagi hari itu sangat sempurna. Orang tua sering bilang "Bangunlah pagi, sebelum rejeki dipatok ayam". wkwkwkwkkk...

Bukan Parasit

Mungkin saja embun pagi singgah di dedaunan. tapi jangan salah, dedaunan tidak merasa dirugikan oleh embun. malah mereka senang ketika embun singgah di sana dan tentu ini saling menguntungkan bagi embun dan daun, keduanya sama-sama diuntungkan.
Yaa.. ini bukan parasit.. dan kita bisa belajar dari embun dan daun.

Saling Berbagi

adalah cara terbaik untuk melakukan kehidupan. saling berbagi, seperti embun yang senantiasa memberikan cairan terhadap daun dan tumbuhan, begitupun dengan daun. mereka memberikan tempat untuk embun bersinggah. Mereka saja seperti itu, kenapa manusia masih bermusuhan dan Masih ada perselisihan karena merasa di rugikan? Masih sering memfitnah hanya karena harta?

Sesungguhnya, malulah terhadap kedua mahluk ciptaan yang jauh tidak sempurna dari manusia. Mereka tahu mana yang baik, mereka tahu bahwa kebaikan adalah salah satu bentuk yang di haruskan oleh penciptanya.

Sejuk dan jernih

Soal hati, mungkin saya bertanya, apakah hati kita sudah jernih? Apakah hati kita sejuk? Contohlah embun, dia sejuk tak pernah lepas dari kesejukannya, dia jernih. seharusnya hati kita pun hari ini seperti itu, sejuk dan jernih. Yaa.. semoga saja ini benar-benar terjadi. jangan sampai hati kita keruh, jangan sampai hati kita panas. sejukkan dengan kebaikan, jernihkan dengan senyuman. Tuhan akan memberikan kita kebaikan untuk esok hari.

Sudah siap untuk mendapatkan kesempatan kebaikan hari ini? Sudah siap kebaikan akan mengelilingimu esok pagi?
Senyumlah...  jernihkanlah hatimu sejernih embun, sejukkanlah pikiranmu sesejuk embun.

Akhir kata... Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca catatan saya. mungkin ini tidak berarti, tapi ini sangat berarti bagi saya. Mudah-mudahan saja juga berarti bagi kalian yang sudah membacanya. semangat hari ini dan jernihkan hatimu sejernih embun.

:)


Komentar

Posting Komentar