Lirik lagu IBU - ( Iwan Fals )
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
IBU, adalah sebuah kata yang sarat makna. Begitu fenomenalnya sehingga setiap belahan dunia memiliki cara tersendiri untuk mengapresiasinya. Bila di luar negri kita mengenal istilah 'Mother's Day' maka di negri tercinta kita, Indonesia, kita mengenal 'Hari Ibu' yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938 melalui Dekrit Presiden no 316 tahun 1959 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Misi yang dibawanya adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Kemudian menyemangati semua kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerjasama dalam upaya peningkatan kualitas bangsa.
Dewasa ini, peringatan Hari Ibu lebih sering diisi dengan acara-acara hiburan, untuk memanjakan kaum Ibu atau rehat sebentar dari aktivitas pokoknya sehari-hari. Sepintas, hal ini memang sah-sah saja , namun akan lebih baik bila peringatan Hari Ibu ini diisi untuk pengayaan wawasan kaum ibu agar dapar mengambil porsi dalam peran strategisnya dalam peningkatan kualitas bangsa.
Ada ungkapan yang sering kita dengar," Wanita adalah tiang negara. Apabila baik wanitanya, maka akan baiklah negara. Dan apabila rusak wanitanya, akan hancurlah negara."
Ada dua kandungan makna dalam ungkapan di atas. Pertama, dalam pandangan agama Islam, wanita itu adalah makhluk Allah SWT yang memiliki kemuliaan, sama halnya dengan kemuliaan yang dimiliki oleh seorang pria. Kedua, wanita juga memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan kehidupan bernegara. Peran yang teramat penting, sehingga wanita dijadikan tolok ukur baik buruknya suatu bangsa.
Sebagai seorang 'ibu', wanita memiliki tiga peran sekaligus, yakni: sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai anggota masyarakat..
Dalam kaitannya dengan rumah tangga, suami dan istri, masing-masing berperan untuk saling melengkapi, saling menghormati, saling menghargai, saling memuliakan, bekerjasama dan bertenggangrasa agar bisa tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah (harmonis, penuh cinta dan kasih sayang).
Seorang ibu, sarat dengan pekerjaan mulia. Merekalah yang melahirkan generasi, menjaganya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, mendidiknya dengan segenap waktu dan tenaga, selalu siap siaga walau dalam keadaan lelah dan lemah. Memulai tugasnya ketika terjaga dini hari dan baru terlelap di akhir hari, saat seluruh anggota keluarga telah lebih dulu lelap dalam tidur mereka. Tangan dingin mereka dengan sigap menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga. mulai dari memasak, membersihkan rumah, mencuci, dan berbagai pekerjaan lainnya. Bukan hanya itu, dalam letihnya, jemari, lisan dan kasih mereka pun selalu lembut menyapa setiap jiwa, menentramkan dan melepaskan semua gundah gulana.
Allah pun mengapresiasi mereka dengan firmanNya;
" Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a:" Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni' mat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan ( memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS Al Ajqaaf; 15).
"Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam kwadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kedua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu."(QS Luqman'14).
Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata," Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata," Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?" Nabi saw menjawab," Ibumu!" Dan orang tersebut kembali bertanya,"Kemudian siapa lagi?" Nabi saw menjawab,"ibumu!" Orang tersebut bertanya kembali," Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab," Ibumu." Oorang tersebut kembali bertanya," Kemudian siapa lagi?" Nabi saw menjawab," Kemudian ayahmu." (HR Bukhari Muslim).
Seorang ibu mempunyai peran strategis, baik sebagai guru bagi anak-anaknya, pengasuh bagi keluarga, pendamping bagi suami dan mengatur kesejahteraan rumah tangga. Ibu juga merupakan seorang mentor dan motivator.Turun naiknya karir seorang suami pun tak lepas dari peran istri.
Tangis seorang ibu mampu menggetarkan arsy dan do'anya langsung didengar oleh Allah SWT. Di tangannya, rejeki yang banyak menjadi terasa sedikit, rejeki yang sedikit bisa menjadi banyak. Dan ibu mempunyai peran yang sangat penting untuk menciptakan generasi masa depan.
Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anak yang dilahirkannya, para generasi harapan bangsa. Ibulah yang seharusnya merawat, mengasuh, mengajari berjalan, mengajari berbicara, mengajari segala sesuatu, serta menyaksikan dan memastikan bahwa setiap tingkat perkembangan anaknya terpenuhi sesuai standar. Dengan demikian, kualitas akhlak, moral, intelektual, dan pengetahuan seorang ibu dapat mempengaruhi kualitas generasi muda harapan bangsa.
Ibu adalah lautan kasih sayang yang tak bertepi, sampai kapan pun, dan dalam keadaan apa pun, seorang ibu akan selalu menjaga kasih sayang untuk anaknya.
Sebagai anggota masyarakat, seorang ibu dituntut untuk selalu aktif berbagi dengan para ibu atau anggota masyarakat lainnya, berbagi pengetahuan yang dimiliki, memberi keteladanan, saling menyemangati, memotivasi, kemudian bersatu dan berjuang dalam upaya peningkatan kualitas generasi masa depan.
Marilah Ibu Indonesia, kita berperan untuk masa depan yang lebih baik.
Selamat Hari Ibu..
Komentar
Posting Komentar