Sebuah karya bisa diciptakan oleh siapa saja tanpa mengenal batas usia.
Bisa menjadikan sesuatu yang benar-benar megah dan mempunyai nilai-nilai yang amat sangat besar dan berarti. Seperti yang telah ditulis oleh teman kita ini, entah berapa lama waktu yang telah dihabiskannya hingga menghasilkan sebuah karya yang indah. Tak perlu disebutkan namanya karena kita ( sesama alumni ) pasti sudah tahu.
*mukadimah*
Jiwa yang bergolak
berjalan seorang diri
mencari yang hilang yang tak pasti
mencari sinar kehidupan yang terpendam
diantara cinta dan perasaan
mencari kerinduan dan kasih sayang
tempat berlabuh jiwa yang hilang tersesat
mencari dan terus mencari
tanpa bisa memiliki
selain rintih tangisan hati
mencari dan terus mencari
sampai waktu berhenti.
Hafaz Alfa
*Katakanlah*
aku bukanlah pujangga
bukan penyair mayapada
bukan pula pelantun bait bait cinta.
aku hanyalah jiwa di ujung waktu
yang bercerita tanpa kata
aku hanyalah jiwa terpaku
terpenjara di dunia maya.
andai jiwaku pergi
menuju jiwa cintaku di sudut nirwana
tak ada harta dunia
hanya cerita kata yang tersisa.
andai jiwaku pergi
lepas dari dunia maya
tak mengharap ditangisi
untaian doa yang ku damba.
Katakanlah
aku bukanlah pujangga mayapada
hanya jiwa rapuh penuh dosa.
Hafaz Alfa
*Hakikat Cinta*
Dia hadir tanpa bisa disadari
dia tak mengenal batas ruang dan waktu
dia membantah segala bentuk logika
dia tak bisa dipikir dia hanya bisa dirasa
kala dia hadir tak kan bisa menghindarinya
itulah hakikat cinta.
Walau diri coba mendustai
menafikan apa yang tlah terjadi
namun hati tak akan bisa berdusta
rasa cinta tentramkan jiwa
cukuplah karunia diri
terima cinta yang hakiki.
Yang tak pernah terbayangkan
untaian kata mengiring bibir
isyarat hati ungkapkan cinta.
Getar hati bersenandung rindu
cinta hadir bawa diriku menyentuh indahnya
tersemat asa dalam jiwa
akan bertautnya dua hati
dalam kedamaian kasih yang abadi.
Tiara kasih membentang manja
menebar kala berucap janji
harapan esok melabuh sgala
cita cinta bersatu hati.
Doa suci terucapkan
smoga harapan menjadi nyata
dan bahagia kian melanda.
Hafaz Alfa
*Kerudung Biru*
Diujung jemarimu aku bersimpuh
menjemput satu asa tentang cinta
terpana wajah berkerudung biru
jiwa memandang semyuman manja.
Terpaku bayang bayang kerudung biru
bibir tak mampu ungkapkan rasa
mata meredup terhalang malu
hati bergetar menahan gelora.
Berharap bukan sekedar cerita
bukan sekedar tamu di beranda jiwa
bukan sekedar selir pengisi hari
melainkan permaisuri maharani hati.
Bukan sekedar pengusir sepi
bukan pula penghias mimpi
bukan rangkaian bunga bunga
melainkan untaian doa.
Hafaz Alfa
*Ketika Cinta Tiba*
Jika cinta tlah memanggilmu
pandanglah dia dengan jiwamu
jika sayapnya tlah mendekapmu
belailah lembut dengan perasaanmu.
Walaupun andai ada sebilah sembilu
dibalik sayap cinta yang menusukmu
tersenyumlah
walau hati menangis gundah.
Senandung cinta mengalun manja
bawakan jiwa menyentuh indahnya
sematkanlah seuntai doa
mengukir hati dengan sebuah nama.
Hafaz Alfa
*Sepasang Batu Nisan*
Segumpal awan hitam
tersangkut dipucuk pohon kamboja
menyirat bayangan kelam
membawa misteri gelapnya malam.
Sayup terdengar bunga kamboja bernyanyi
bersama embun luruh jatuh ke bumi
merintih disela jerit lolong serigala
lara menyimpan selaksa luka.
Malam belumlah larut
namun gelap kian mendekap
langit sepi tak berpenghuni
tertutup tirai menjala bumi.
Terbaring sendiri disini
dingin berselimut kain kafan
tiada kawan sepi tak bertepi
hanya bertanda sepasang batu nisan.
Meratap pilu diujung waktu
menangis tubuh kian membeku
tak berharap rangkaian bunga
yang dinanti untaian doa.
Hafaz Alfa
*Bulan Merindu*
Bulan berselimut kabut
temaram di langit hitam
sedikit sinarmu tersenyum
menghibur penghuni malam.
Embun yang membasahi wajahmu
memucat perih melewati waktu
sendiri sinarmu menghiasi
tanpa kawan yang ada disisi.
Kepak burung malam melayang lesu
tatkala bulan yang ditunggu penuh rindu
asa menatap cahaya sempurna
namun yang ada wajah sendu.
Hafaz Alfa
*Mengejar Waktu*
Waktu yang tak sampai pada inginku
waktu yang tak akan menemaniku
waktu yang pergi tinggalkanku
waktu yang hilang dariku.
Jikalau ia hilang
aku ingin terukir disetiap waktu
ketika aku tak dapat lagi menemui waktu
aku ingin terukir indah
disetiap mata dan jiwa.
Asa mengukir setiap masa
sebait cerita jiwa
dikenang disetiap waktu
terngiang tanpa berlalu.
Hafaz Alfa
*Sajak Pengembara*
Kueja waktu dalam syair
waktu hilang dan tenggelam
namun kehidupan terus terukir
syair tertinggal ditelan zaman.
Ku rengkuh hari berteman sepi
memeluk siang bersama mentari
lalui malam berkawan hitam
sunyi menanti sekeping bulan.
Mimpiku bagai sepenggal fajar
bernyanyi menembang pagi
berharap langit membias terang
penuh cahaya dan benderang.
Sajak tanpa kata
sajak hidup sebuah kisah
kisah cerita sang pengembara
kembara sunyi putra semesta.
Hafaz Alfa
*Jiwa Sepi*
Saat malam mulai tertidur
bulanpun enggan tersenyum
hanya desah nafas yang terdengar
diantara suara keresahan dan keletihan.
Raga lelah terpacu asa
membimbangkan rasa dan jiwa
laksana berlari di tengah gurun
sepi kering panas mendera.
Geliat lemah tubuh yang rapuh
resah tanpa tujuan yang hilang
sirna ditelan gurun kehidupan
tenggelam di luasnya kesunyian.
Kemanapun kaki melangkah
kemanapun jiwa berhenti
tertatih menggapai impian
slalu terpatahkan oleh asa diri.
Raga lelah terbeban oleh kehambaran
hidup yang melelahkan
seakan hilang makna
punah menuju hampa.
Sendiri jiwa yang sunyi
terpaku di gelapnya malam
berdiri tanpa asa
berlari tanpa makna.
Hafaz Alfa
*Rinduku*
Bila rasa membius kalbu
tentu jiwa slalu merindu
andai hati tertawan asmara
bisakah jiwa membohonginya.
Bila sebagian hati menanti
tentu setengahnya lagi menunggu
andai separuh hati slalu terjaga
bisakah sebagian lagi melupakanya.
Bila hati jatuh merana
tentu jiwa lebih tersiksa.
Kekasihku…
apa yang bisa kuperbuat
aku hanya lelaki yang tertawan api cinta
lelaki yang hatinya telah tercuri
apa yang diinginkan selain ingin cepat bertemu dengan si pencuri hati.
Syair syair laksana kidung surgawi
mengalun lembut di telingaku
membuat hanyut bahtera jiwaku
di tengah lautan perasaan yang tak bertepi.
Hafaz Alfa
*Senandung Sang Pungguk*
Lihatlah pungguk meratap gundah
merindukan bulan yang tlah pergi
kemuning jatuh ditanah merah
layu kering tanpa embun sepi.
Sedih pungguk menyambut malam
seraya bergumam kidung kinanti
coba lepas dari sepi mencengkram
tuk sekedar menghibur diri.
Rembulan yang dinanti
menjanjikan sejuta pesona
namun jauh dari asa
hanya sekedar angan sunyi.
Kala Waktu Berhenti
Gulungan waktu yang menderu
mencari disetiap jejak kakiku
yang tlah letih tapak melangkah
membawa raga yang kian lemah.
Terhenti tubuhku disini
menanti jiwa tuk kembali
terbaring sepi diujung senja
tanpa ada nafas asa.
Dingin tubuhku yang membeku
terbalut lembaran kain kafan
berteman sepasang batu nisan
sebagai tanda terbaring ragaku.
Hafaz Alfa
*Aulia Puteri*
Sebutlah sebuah nama
yang melekat pada seorang anak manusia
buah hati sepasang jiwa
buah kasih dan cinta.
Sebutlah sebuah nama
yang tercipta untuk seorang dara
indah terasa dalam dada
penuh arti penuh makna.
Sebutlah sebuah nama
ungkapan doa sepasang jiwa
akan harapan dan impian
yang tersemat pada seorang dara.
Panggilah sebuah nama
untaian kata indah bermakna
panggilah dia
Aulia.
Hafaz Alfa
*Aulia*
Aku ingin menjadi sesuatu yang berarti untukmu
namaku terukir dijiwamu
janjiku telah terpatri dihatimu
sepanjang waktu untukku.
Aku ingin selalu bisa ada untukmu
walau tanpa bersama
namun kan slalu terasa
senandung hati menyentuh jiwa.
jiwaku masih disini
bersama untaian doa
tersebut namamu
meniti waktu menujumu.
Hafaz Alfa
*Senandung Luka*
Ketika pintu yang tlah terbuka
kini pelan menutup kembali
atau hanya kaca fatamorgana
atau hanya lukisan semu di hati.
Cahaya suci yang sebentar menyala
sirna terhempas badai derita
merajam perih di hati
jiwa mati beranjak pergi.
Dengarlah tangisan jiwa
senandung yang tak bermakna
jiwa kalah tak mampu
meraih sedikit waktu.
Sendiri di padang hampa
terbaring tanpa nama
tanpa tanda hanya cerita cinta
berbalut kafan derita.
Hafaz Alfa
*Sabda Cinta*
Disaat jiwa merasa malu menggapai cinta
lidah terasa kelu tanpa kata
disaat kita saling menatap
sabda jiwa tak mampu sembunyikan rasa cinta
saat itulah cinta memandang dari jiwa.
Indah bayangmu dalam benakku
tlah terukir namamu di jiwaku
tak pernah lekang dari ingatanku
karna engkaulah permintaan hatiku.
Engkaulah impian hati
jelmaan tulang rusuk yang ku cari
engkaulah malika maharani
bukan sekedar selir di hati.
Hafaz Alfa

jiant puitis pisan bang wan..
BalasHapusjiant puitis pisan bang wan..
BalasHapusben kya pujangga hhhha
BalasHapus