Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Tidak tahu kapan waktu yang pasti, semuanya adalah ketetapan dan rahasia Alloh Subhaanahuu Wata’ala (SWT) semata. Karena kematian itu pasti akan tiba maka Rosulullah Shollalloohu ‘alahi Wassalaam (SAW) memerintahkan agar selalu mengingat dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Ibnu Umar berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh seorang Anshor Wahai Rosulullah Mukmin seperti apa yang paling utama? Beliau menjawab Yang paling baik akhlaknya. Ia bertanya lagi Mukmin seperti apa yang paling cerdas. Beliau menjawab Yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk bekal sesudah kematian.
Inilah standar kecerdasan yang sebenarnya, yaitu tidak pernah melupakan sesuatu yang pasti terjadi dan mempersiapkan diri menghadapinya. Tidak cukup hanya mengingatnya, karena akan menjadi kesia-siaan belaka.
Cobalah kita bercermin apakah sudah menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya, dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Umat yang berpegang teguh dengan Al Quran dan Al Hadits bukan yang lain. Kalaupun sudah melaksanakan, bagaimana dengan keluarga, anak istri dan orang di sekitar kita.
Para ulama telah memberi nasehat agar sering-sering mengingat kematian. Hanya dengan inilah manusia dapat mengurangi nafsu akan nikmatnya dan indahnya dunia yang ternyata semu dan sesaat. Menghindarkan manusia dari angan-angan tak berujung.
Kematian tidak mengenal usia. Yang tua belum tentu duluan. Sebaliknya sering terjadi anak mendahului bapaknya menghadap sang Kholiq. Banyak kejadian pagi masih mengobrol, bercanda, sorenya meninggal dunia dengan berbagai macam sebab. Sudah cukup sebagai bukti akan kuasa Alloh SWT dan betapa lemahnya manusia yang tidak bisa menghindar dari ketentuan-Nya.
Semua kembali pada diri masing-masing.
Sebagai sahabat sudah sepantasnya saling mengingatkan, marilah menjadi manusia yang cerdas yaitu manusia yang selalu mempersiapkan diri terhadap sesuatu yang pasti terjadi yaitu kematian.
Wassalaam ..
Penulis : Arif El Hakim

Komentar
Posting Komentar