Udah lama aq gak pulang kampung dari tahun 2015 sampai sekarang. Rasanya sulit untuk di ungkapkan. karena saking menggebu-gebu rasa rindu ini akan Kampung Halaman. Biarlah..
Biarlah semua ini aq rasakan. Setiap hari, setiap waktu , setiap detik..di setiap langkah dan waktuku selalu saja ada menyapa seolah memanggil.
Terdengar lirih namun dalam menusuk hati, merasuk...
Dan disana pun juga selalu merindukanku.
Merindukan kepulanganku, menungguku bercerita tentang apa yang telah kuraih, kualami dan kurasakan. Tak cukup rasanya bila hanya sebatas komunikasi yang hanya sebentar, walaupun sedikit terobati rasa rindu ini.
Ayah... Ibu...
Maafkan aku belum bisa hadir bersama berkumpul dengan keluarga.
Hanya Doa yang selalu terpanjat semoga selalu diberikan kesehatan dan umur panjang.
Dan akupun sangat rindu, datang.. menyapa dan bersimpuh dalam doa diatas pusaramu anakku ( Rei Pinky Putri Ramadhani ). Seperti yang biasa kulakukan dulu saat aq masih di kampung. Kuhabiskan waktuku bersamamu menemani istirahat panjangmu. Bahagia rasanya kau bersandar dan memeluk manja di dada ayahmu ini walaupun itu hanya bayang yang sebentar datang dan berlalu pergi.
Disini..
Kujalani dan kuhadapi segala cobaan dan tantangan hidup. Bekerja demi anak dan istriku, dan keluargaku di kampung halaman.
Aku rindu orangtuaku, adik kakakku, tetanggaku, teman-teman di kampung.
Desaku yang indah tempat aku dilahirkan, menyimpan seribu makna dan cerita hidup. Berkisah tentang awal perjalanan hidupku. Selalu ada membara menyemangati perjalanan dan perjuangan hidup.
Suasana desa yang nyaman, damai, asri, sejuk, hangat dan berkesan.. tak ada disini. dan ini yang selalu kurindukan bila aq letih usai bekerja.
Tapi aq juga merasa bahagia dan bersyukur, ada dua orang yang sangat kusayangi. anak dan istriku.
Aq berusaha untuk membagi waktu untuk keluarga dan teman-teman. Alhamdulillah.. aq bisa mengatur dan membagi.
Hari demi hari.. waktu terus berlalu..
Tetap kuhadapi dan kujalani.
Aq berusaha untuk menjaga komunikasi walaupun terkendala oleh jarak dan waktu biar imbang dan selaras demi utuh dan terpeliharanya sebuah hubungan silaturahmi.
Aq bangga dengan teman-teman masa sekolahku dulu. Jalinan erat silaturahmi yang terus dipertahankan dan diperjuangkan oleh mereka, menjadikan aq untuk lebih maju memacu semangat hidup.
Tapi apalah dayaku..
Aq tak bisa berbuat banyak.
Hanya sebatas dukungan dan doa untuk mereka, semoga selalu diberikan kelancaran, kesehatan dan keberkahan.
Separuh waktuku kuhabiskan untuk mereka yang selalu berjuang keras menjaga persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan karena aq sangat menghargai jerih payah mereka.
sementara aq disini hanya terdiam begitu saja tak bisa berbuat apa-apa. Tapi setidaknya bisa membuatku tersadar dan tergugah betapa pentingnya menjaga sebuah hubungan silaturahmi seperti yang kulakukan untuk keluargaku di kampung halaman.
yaaaa... hanya itu saja yang bisa kulakukan. semoga mereka mau mengerti.
inilah sedikit ceritaku.
semoga bisa dipahami dan dimengerti. entah apalagi yang harus kuperbuat untuk mereka demi mempertahankan eksistensi dan terpeliharanya Silaturahmi Alumni '93 MTsN Purwokerto.
maaf.. hanya itu saja teman.
salam rinduku untuk kalian semua.
dan salam rinduku untuk keluargaku di kampung halaman.

Komentar
Posting Komentar